LETMAFO TIMUR, TTU — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Ketahanan Pangan terus menggalakkan berbagai program strategis guna percepatan penurunan angka stunting. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyaluran bantuan bibit sayuran kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana Tengah.
Bantuan ini diserahkan secara langsung oleh Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTU kepada para anggota KWT Desa Letmafo Timur. Program ini difokuskan pada pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi rumah tangga yang masuk dalam lokus penanganan stunting di wilayah tersebut.
Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Melki T. Taek, S.P menyampaikan bahwa “pemberian bantuan bibit sayuran ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga dalam rangka meningkatkan keberagaman konsumsi pangan serta mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting pada desa lokus stunting tahun 2026”.
"Melalui bantuan bibit sayuran ini, kami berharap para ibu di KWT Desa Letmafo Timur dapat membudidayakannya di pekarangan masing-masing. Hasil panennya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga, terutama anak-anak dan ibu hamil di wilayah lokus stunting," ujar Melki T Taek,S.P.
Desa Letmafo Timur menjadi salah satu sasaran prioritas penanganan stunting di Kabupaten TTU. Ketersediaan pangan lokal yang bergizi dan mudah diakses di tingkat rumah tangga dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah serta mengatasi masalah gizi buruk dan stunting pada balita.
Kepala Desa Letmafo Timur Maria Goreti Sau menyambut baik dan menyampaikan “apresiasinya atas perhatian Pemerintah Kabupaten TTU. Pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan merawat bibit tanaman tersebut dengan optimal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, khususnya keluarga penerima manfaat sasaran stunting”.
Melalui sinergi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat seperti KWT, diharapkan angka stunting di Desa Letmafo Timur dapat menurun secara signifikan menuju terwujudnya masyarakat TTU yang sehat dan sejahtera.